Kamis, 22 Desember 2011

Hakikat Umur Kita


(ditulis oleh: Al-Ustadz Zainul Arifin)

Al-Hasan Al-Bashri t berkata:
“Wahai anak Adam, (masa) siangmu adalah tamumu, maka berbuat baiklah terhadapnya. Karena sungguh, jika engkau berbuat baik kepadanya, niscaya dia akan pergi dengan memujimu. Dan apabila engkau berbuat buruk terhadapnya maka dia akan pergi dengan mencercamu, begitu pula dengan malammu.”
“Wahai anak Adam, injaklah bumi ini dengan kakimu. Sungguh, sekecil apapun dia, pasti bakal menguburmu. Sesungguhnya engkau itu senantiasa sedang mengurangi usiamu, semenjak engkau dilahirkan dari perut ibumu.”
“Wahai anak Adam, engkau dapati pagimu berada di antara dua waktu, yang keduanya tak mungkin meninggalkanmu, yakni bahayanya malam dan bahayanya siang. Sampai engkau mendatangi negeri akhirat, yang bisa jadi engkau datang ke al-jannah (surga) dan bisa jadi engkau ke an-nar (neraka). Maka siapakah yang lebih besar bahayanya daripada dirimu sendiri?”
“Wahai anak Adam, engkau hanyalah (laksana) hari-hari yang setiap kali berlalu satu hari maka hilanglah pula sebagian dari dirimu.”
(Mawa’izh Lil Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 35)

Musibah

ditulis oleh: Al Ustadz Zainul Arifin


Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri t berkata:
“Apabila air laut telah meluap menerobos ke daratan, maka siapakah yang sanggup membendungnya?!”(Beliau inginkan dengan perkataan ini untuk memberi peringatan terhadap banyaknya kemungkaran) (Mawa’izh Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri t hal. 90)
Al-Imam Al-Fudhail bin ‘Iyadh t berkata:
“Menangislah kalian atas orang-orang yang ditimpa bencana. Jika dosa-dosa kalian lebih besar dari dosa-dosa mereka (yang ditimpa musibah, red), maka ada kemungkinan kalian bakal dihukum atas dosa-dosa yang telah kalian perbuat, sebagaimana mereka telah mendapat hukumannya, atau bahkan lebih dahsyat dari itu.”(Mawa’izh Al-Imam Al-Fudhail bin ‘Iyadh t hal. 73)
“Sesungguhnya Allah U benar-benar menjanjikan adanya ujian bagi hamba-Nya yang beriman, sebagaimana seseorang berwasiat akan kebaikan pada keluarganya.”(Mawa’izh Al-Imam Al-Fudhail bin ‘Iyadh t hal. 111)
“Tidak ada musibah yang lebih besar dari musibah yang menimpa kita, (di mana) salah seorang dari kita membaca Al-Qur’an malam dan siang akan tetapi tidak mengamalkannya, sedangkan semua itu adalah risalah-risalah dari Rabb kita untuk kita.” (Mawa’izh Al-Imam Al-Fudhail bin ‘Iyadh t hal. 32)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah t berkata:
“Seorang mukmin itu berbeda dengan orang kafir dengan sebab dia beriman kepada Allah U dan Rasul-Nya, membenarkan apa saja yang dikabarkan oleh para Rasul tersebut, menaati segala  yang mereka perintahkan dan mengikuti apa saja yang diridhai dan dicintai oleh Allah  U. Dan bukannya (pasrah) terhadap ketentuan dan takdir-Nya yang berupa kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan-kemaksiatan. Akan tetapi (hendaknya) dia ridha terhadap musibah yang menimpanya bukan terhadap perbuatan-perbuatan tercela yang telah dilakukannya. Maka terhadap dosa-dosanya, dia beristighfar (minta ampun) dan dengan musibah-musibah yang menimpanya dia bersabar.”
(Makarimul Akhlaq, Syaikhul Islam Taqiyuddin Ahmad bin Taimiyyah, hal. 281)
http://asysyariah.com/musibah.html

bilangan bulan pada sisi Allah




إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)

Mengenal Alloh

Lafadz Alloh berasal dari kata Al Illah dan bermakna Dzat yang disembah dengan penuh kemuliaan dan keagungan. Lafadz Alloh adalah asal dari semua nama Alloh.
Alloh adalah nama khusus bagi Alloh. Tidak boleh mahluk bernama dengannya. Demikian pula dengan nama-nama-Nya yang lain seperti Ar Rohman, kecuali ada dalil yang membolehkannya.

yaumul jum'ah

bahata laten televisi

anak yang sholeh(ah), ilmu yang bermanfa'at, amal jariyyah ..

Bank Syari'ah?

tahnik yang terlupakan ..

dzikir pagi sore

Palestine..

Antara Adzan dan Iqomah ..

doa yang diijabah
berdo'a untuk orang tua
mendahulukan hak Aloh

Durorul Bahiyah [audio download]

Wanita Safar Tanpa Mahrom?

larangan berhaji bagi wanita tanpa mahrom
banyaknya orang yang melanggar larangan

Homeschooling

latar belakang homeschooling
tujuan utama belajar: ijazah?
kelebihan:
kekurangan:
success story
testimoni

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Ulama sepakat bahwa al basmalah adalah bagian dari surat An Naml & Bukan bagian dari surat At Taubah. Dan para ulama berbeda pendapat tentang apakah al basmalah merupakan bagian dari suatu surat dalam Al Qur'aan atau bukan.

pendapat pertama:
http://nuryahman.blogspot.com/2011/09/bacaan-basmalah-dikalangan-ulama-v1.html
http://nuryahman.blogspot.com/search/label/Fikih%20Islam

pendapat kedua:

Al Qouliststabit - Perkataan yang Kokoh

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim: 27)


referensi:
http://rumahislam.com/aqidah/173-iman-kepada-hari-akhir/978-pertanyaam-dalam-kubur.html?start=2